Kepenulisan

Kawan saya, Tegar namanya, bilang agar bagusnya saya jadi penulis saja. Alasannya adalah perjuangan Tatang Suhenra harus dilanjutkan, dan bahwa anak-anak kecil sekarang memerlukan nutrisi dari cerita-cerita semacam Megaloman Tumaritis. Ia–kawan saya itu–pun bicara tentang moral, anak, istri, petualangan, dan amal, dan bla bla bla, hingga kemudian berujar, “Mesti payu, ha mbok tenan, saiki gambar apik kui ora penting kok, ora masalah, sing payu saiki sing ketok-ketok nduwe konsep,” dan saya pun mesem dalam hati. Hihi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: